April 04 2019 0Comment

Cara Memilih Grease

Begitu banyak pilihan produk grease (gemuk lumas) di pasar dan beberapa orang bingung tentang cara memilih grease yang lebih cocok, baik secara harga maupun kualitas. Memilih grease (gemuk lumas) memang bisa dilakukan dengan beberapa cara. Tapi pada tulisan ini, kami membahas tentang cara memilih grease secara umum berdasarkan suhu operasional sebuah aplikasi atau penggunaannya.

Untuk tipe grease multipurpose berbahan thickener calcium, memiliki interval suhu yang dijangkau hingga 90° Celcius. Grease ini biasa digunakan untuk pelumasan pada sasis. Ada lagi tipe grease multipurpose berbahan thickener lithium. Tipe ini memiliki interval suhu sekitar -30° C hingga 120° C. Tipe inilah yang paling banyak digunakan untuk industri, baik dari sisi jangkauan temperatur maupun harga.

Salah satu masalah suhu pada pengaplikasian, yaitu pada aplikasi yang bekerja dalam lingkungan dingin. Misalnya untuk industri makanan beku. Pada kondisi ini harus dihindari grease yang mengeras jika terkena suhu dingin. Solusi yang mungkin digunakan yaitu tipe grease dengan thickener Lithium Complex yang dapat menjangkau pelumasan yang baik pada suhu rendah hingga -50° C.

Pada suhu lebih rendah, komponen baja bisa menjadi lebih rapuh. Namun, ada grease tertentu, berdasarkan thickener anorganik dan ester sintetis, diklaim mampu memberi kinerja yang baik pada suhu -70° C. Produk-produk ini biasanya ditemukan dalam aplikasi penerbangan.

Baca Juga : Gemuk Lumas Tangguh dan Dingin

Jika dilihat secara umum kinerja grease, pada saat peningkatan suhu pengaplikasian dapat menurunkan usia pakai grease. Aturan yang sering digunakan pada pelumasan adalah jika di atas 70° C, maka usia pakai grease berkurang setengahnya dengan setiap peningkatan suhu 15° C. Makanya penting diperhatikan stabilitas thermal dari grease. Hal ini bisa dilihat dari semua komponennya dari thickener (pengental), base oil (minyak dasar) dan aditif.

Kisaran suhu operasional antara 120° C dan 150° C pada dasarnya dapat di-cover dengan grease tipe Polyurea atau tipe complex, seperti Aluminum Complex, Calcium Sulphonat Complex, Lithium Complex. Tipe ini memiliki base oil yang stabil dan aditif lebih baik.  Struktur serat padat pada thickener Complex melindungi grease dari oksidasi pada penggunaan di suhu yang lebih tinggi.

Hal ini penting diperhatikan bahwa thickener (pengental) dalam struktur grease, bersamaan dengan peningkatan suhu dapat menurunkan viskositas minyak dasar dan bisa meningkatkan tingkat pemisahan dalam ikatan struktur grease.

Masalah yang nyata terjadi pada suhu operasional antara 150° C dan 200° C. Pada sebagian besar aditif sudah mulai terurai dan membentuk produk degradasi reaktif yang akan mempercepat oksidasi grease. Produk grease dengan bahan dasar minyak mineral jarang dapat mengatasi kondisi ini, walau dalam 1 periode waktu yang singkat. Maka harus digunakan grease dari bahan minyak sintetis seperti PolyAlphaOlefines (PAO) atau ester sintetis.

Untuk pelumasan pada suhu di atas 200° C adalah sangat sulit. Beberapa grease yang diklaim bisa digunakan pada suhu tinggi terkadang hanya beroperasi baik untuk waktu yang sangat terbatas.  Pilihan grease yang berbahan dasar PTFE / Teflon dan fluoropolyethers dapat digunakan dalam aplikasi khusus pada suhu antara 200° C dan 280° C. Tapi harga tipe ini sangat mahal dan salah satu kelemahan yaitu dapat membentuk gas beracun pada suhu di atas 280° C. Untuk penanganan di atas suhu 280° C bisa digunakan grease tipe paste atau anti seize yang dapat menjangkau sampai suhu 1.100° C. Maka perlu diperhatikan jangkauan suhu operasional aplikasinya.

 

Tags:

jianidflgmail-com