April 08 2019 0Comment
pilih oli mesin

Cara Memilih Oli Mesin

Untuk memilih oli mesin yang sesuai dengan kendaraan, tingkat viskositasnya harus disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan (original equipment manufacturer). Hal ini untuk menjamin usia pakai mesin sesuai yang dirancang pabrikannya. Tingkat viskositas oli mesin utamanya direkomendasikan berdasarkan temperatur lingkungan dan temperatur saat pertama mesin dihidupkan (start).

Suhu operasional sebuah oli mesin biasanya tidak berubah dengan signifikan walaupun pada suhu lingkungan yang berbeda. Jadi tetap harus disesuaikan dengan jenis aplikasi mesin yang digunakan.

Perbedaan utama tingkat viskositas “W” ini berhubungan dengan starting temperature. Hal ini akan menjelaskan tentang kekentalan oli mesin, daya dorong dan kesiapan untuk melumasi mesin. Oli mesin dengan grade 5W biasanya dapat mengalir dengan baik pada suhu lebih rendah dibandingkan dengan grade 15W lebih sesuai untuk daerah tropis. Seperti negara tropis di Indonesia dengan memiliki suhu berkisar 27 – 33o C dengan suhu malam hari 23-27o C.

Pada daerah beriklim tropis, kebanyakan pabrikan merekomendasikan produk yang multi-grade seperti SAE 15W-40, karena pelumas dapat mengalir dengan baik pada mesin dibandingkan dengan oli yang murni SAE 40 walaupun saat start suhu disekitarnya lebih tinggi.

Baca Juga : Penyebab Penurunan Tekanan Oli Mesin

Hal lain yang perlu diperhatikan saat memilih oli mesin adalah sertifikasi kualitas atau performance level, seperti standard API (American Petroleum Institute). Pada mesin diesel menggunakan sertifikasi kualitas dengan kode huruf “C” yang diikuti dengan huruf berikutnya yang melambangkan level performance-nya. Sementara pada mesin bensin menggunakan sertifikasi kualitas dengan kode huruf “S”.

Pada pemakaian lainnya, bisa digunakan grade 5W jika sebelumnya 10W atau 15W, direkomendasikan agar proses pelumasan pada komponen mesin lebih cepat saat mesin distart. Walau ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti bahan dasar (base oil) 5W memang lebih encer, hal ini bisa menyebabkan penguapan lebih besar dibandingkan oli 10W atau 15W. Begitu pula penurunan yang lebih cepat dari aditif viscosity improver dalam kandungan oli, hal ini berdampak pada jangka waktu pergantian oli jadi lebih pendek.

Anda juga bisa memilih oli sintetis dengan viskositas dan kualitas yang sama. Pada umumnya pelumas full synthetic memiliki daya bersih dan perlindungan terhadap mesin yang jauh lebih baik. Namun, hal ini kadang tidak diperbolehkan oleh pabrikan menyangkut komponen dan material dalam mesin. Seperti karet seal dan logam lain yang sensitif.

Berikut ilustrasi berdasarkan tingkat SAE yang bisa digunakan untuk patokan umum pada pemilihan viskositas dan suhu lingkungan:

aditif oli

Tags:

jianidflgmail-com