April 22 2019 0Comment

Kontaminan Yang Fatal Bagi Mesin Diesel

Beberapa kontaminan yang larut dalam oli mesin harus diperhatikan karena zat tersebut dapat menyebabkan penurunan kualitas oli mesin secara dini atau belum waktunya melakukan penggatian. Hal ini menjadi salah satu penyebab kerusakan mesin.

Berikut ini beberapa zat yang dapat menyebabkan kerusakan oli mesin yang berdampak pada kerusakan mesin. Terlebih jika beberapa zat tersebut berkombinasi dalam oli mesin.

1. Glycol

Zat Glycol ini memasuki oli mesin diesel biasanya karena kerusakan seal, gasket, kepala silinder retak, kerusakan akibat korosi dan kavitasi (ruang kosong dalam mesin).
Glycol dalam oli mesin diesel dapat mengentalkan jelaga dan menyebabkan terbatasnya aliran oli serta penyumbatan filter. Kontaminasi glycol dapat menyebabkan tingkat keausan 10 kali lebih besar dari kontaminasi air.
2. Pengenceran bahan bakar

Menyalakan mesin yang sudah terlalu lama mati atau menjalankan mobil ketika mesin masih dingin dapat menyebabkan masalah pengenceran bahan bakar walaupun tingkat kecil. Pengenceran berat yakni lebih dari 4% bisa dikaitkan dengan kebocoran, masalah pada injektor bahan bakar dan gangguan efisiensi proses pembakaran. Ini adalah gejala dari masalah yang tidak dapat dikoreksi dengan mengganti oli mesin.
3.Jelaga

Jelaga adalah produk dari proses pembakaran dan ada di semua mesin yang telah dioperasikan. Kehadiran jelaga ini adalah wajar, maka diperlukan penggantian oli mesin jika konsentrasinya sudah mulai tinggi di dalam oli mesin. Namun, timbulnya banyak jelaga adalah tidak wajar, biasanya disebabkan proses pembakaran yang tidak sempurna, filter udara yang sudah kotor dan tersumbat.
4. Air

Air adalah salah satu kontaminan yang paling merusak di hampir semua pelumas. Air merusak aditif, menginduksi oksidasi minyak dasar (base oil) dan mengganggu terbentuknya lapisan film minyak sebagai pelindung mesin. Kondensasi yang terbentuk dalam ruang mesin saat dioperasikan dapat menyebabkan titik air sehingga bisa merusak kualitas oli mesin dan korosi pada bagian mesin.

Untuk menghindari terjadinya kontaminan-kontaminan tersebut, perlu dilakukan pengendalian kontaminasi (contamination control) pada oli mesin secara dini agar tidak mengganggu atau merusak sistem kerja mesin maupun pada oli.

Untuk hasil yang akurat dalam penerapan pengendalian kontaminasi, disarankan seluruh langkah prosesnya harus mengikuti standar prosedur pengoperasian. Ikuti buku petunjuk pengoperasian baik dalam metode, kebersihan alat, lingkungan dan penggunaan peralatan yang telah distandarkan.

 

Tags:

jianidflgmail-com