April 01 2019 0Comment
aditif oli

Memahami Aditif Oli

Memahami Aditif Oli

Aditif oli adalah bahan kimia yang ditambahkan ke dalam oli untuk meningkatkan kemampuan kerja dan memperpanjang umur oli. Salah satu aditif yang ada pada oli adalah aditif antioksidan atau inhibitor oksidasi. Aditif oli ini digunakan hampir di semua pelumas dan berbahan kimia khusus.

Mayoritas oli memiliki 2 sampai 4 jenis aditif antioksidan berbeda meski memiliki fungsi sama yaitu memperlambat atau menghentikan oksidasi saat terjadi pada pelumasan. Proses atau reaksi kimia yang berkaitan dengan oksidasi, rentan menyebabkan degradasi pelumas dan mengubah pelumas menjadi produk-produk asam, lumpur (sludge), varnish dan perubahan pada viskositas.

Viskositas oli cenderung meningkat. Salah satu cara untuk memahami ini adalah dengan membayangkan molekul-molekul oli seperti percikan api di sekitar tiga kembang api. Molekul-molekul ini disebut pro-oksidan, ini lebih menekankan pada sulutan panas yang bisa mengaktifkan energi sehingga mengakibatkan oksidasi.

Udara adalah pembawa oksigen dan akan selalu berada dalam oli. Tekanan pada oli yang mendorong udara ke dalam pelarutan ini akan meningkatkan tingkat oksidasi. Sedangkan air bersifat katalis. Semakin banyak air yang berada dalam pelumas, semakin cepat pelumas teroksidasi. Partikel logam juga katalis, seperti busi mikroskopik.

Baca juga : Aditif Bahan Bakar Dengan Fungsi Luas

Nah, partikel logam dan air dapat bekerja bersama untuk mempercepat proses oksidasi, itu bukan suatu hal yang baik. Partikel logam berasal dari keausan komponen. Partikel berasal dari kotoran yang masuk ke dalam oli dan membuat partikel logam. Jadi sampai batas tertentu, pro-oksidan ini dalam kondisi cukup terkendali.

Panas dapat dikurangi dengan mengurangi jumlah udara dan aerasi, air dan partikel logam. Dengan mengurangi kondisi pro-oksidan, stabilitas oksidasi pada oli lebih tinggi dan jangka waktu (life time) pemakaian lebih panjang.

Namun, cepat atau lambat akan tersulut juga. Jika itu terjadi, itu akan tersulut oleh pro-oksidan dan menghasilkan hidro-peroksida dari radikal bebas. Ini adalah reaksi tinggi dan tingginya molekul reaktif bisa menyebabkan ledakan molekul.

Di saat itulah aditif antioksidan bekerja. Antioksidan dalam hal ini mencoba untuk menghentikan proses oksidasi yang berkelanjutan. Bila terjadi ledakan maka oli tidak akan berguna. Jika hanya sedikit antioksidan maka aditif itu akan sia-sia. Pada keadaan seperti ini, oli sangat rentan terhadap kerusakan total atau teroksidasi dan membentuk lumpur (sludge), varnish, asam dan sebagainya.

Untuk mengendalikan oksidasi, dimulai dari base oil yang sehat. Dengan stabilitas oksidasinya bagus, mampu menjangkau lifetime lebih panjang, dalam hal ini ada paket aditif antioksidan yang ditambahkan untuk menstabilkan oksidasi. Termasuk ZDDP, aditif ini sama dengan aditif antiwear, multifungsi aditif. Sementara hindered phenols atau phelonic inhibitor, aromatic armines adalah bahan antioksidan organik.

Kemudian ada yang disebut metal deactivators. Bahan ini mengelilingi atau melapisi partikel logam untuk mencegah reaksi oksidasi dan menyatunya partikel logam metal dengan partikel lainnya (engaging catalytically). Itulah yang bisa dilakukan base oil dan aditif untuk mencegah oksidasi, tentunya juga harus mengendalikan terjadinya pro-oksidan, ini dapat memperpanjang usia pakai oli 2 sampai 4 kali lebih lama.

 

Tags:

jianidflgmail-com