April 25 2019 0Comment

Pentingnya Demulsibility Dalam Sistem Pelumas

Demulsibility penting bagi pelumas untuk bekerja optimal dalam kondisi tertentu. Tapi apa arti demulsibility dan bagaimana hubungannya dengan pelumas? Mari kita bahas tentang demulsibility dan hal yang berkaitan dengan aplikasi hidraulik atau lainnya.

Demulsibility merupakan kemampuan untuk melepaskan air. Hal ini penting saat peralatan beroperasi di iklim lembab atau lingkungan yang basah. Pada pabrik kertas, pabrik baja dan pabrik pengolahan makanan memiliki tingkat lembab yang signifikan karena proses yang berbasis air dan cairan pada proses produksinya.

Sementara salah satu sifat minyak dalam pelumas adalah higroskopis, artinya mampu menyerap air. Hal itu berdampak dapat merusak struktur molekul oli. Di dalam aplikasi biasanya air masuk melalui jalur exhaust atau pernapasan termal untuk sistem pendingin pada beberapa aplikasi mesin atau hidraulik, serta jalur lain yang bisa menyebabkan kontaminasi air ke dalam sistem pelumasan.

Penyebab lain, air yang masuk ke dalam sistem pelumasan yaitu uap air. Hal ini biasanya pada lingkungan yang panas dan lembab. Uap air ini bisa berkondensasi dan berpotensi menjadi air jika terjadi penurunan suhu pada saat proses aplikasi dimatikan atau berhenti operasi. Umumnya, hal ini terjadi pada reservoir atau penampungan oli pada sistem hidraulik.

Jika memiliki waktu, bisa melakukan tes khusus di laboratorium yang dapat mengukur potensi demulsibility tersisa pada minyak pelumas. Untuk menguji pelumas, diperlukan pengambilan sampel yang sama yaitu 1 liter dari pelumas baru dan air.

Kemudian masukkan ke dalam blender. Panaskan sampai 100o F (38o C) atau temperatur apapun mirip dengan suhu operasi tersebut. Pastikan minyak benar-benar tercampur dengan air. Lalu ukur waktu yang dibutuhkan untuk memisahkan air dari minyak. Juga ukur berapa banyak dari campuran yang tidak bisa dipisahkan (emulsi disebut “cuff”).

Langkah berikutnya, ulangi tes serupa dengan pelumas yang sudah dipakai dalam aplikasi. Yaitu 1 liter pelumas yang sudah dipakai dan 1 liter air. Kemudian dimasukkan ke dalam blender dengan suhu tersebut. Lalu ukur waktu dan jumlah yang tidak bisa terpisah. Dari hasil pengujian sederhana tersebut, bisa menjelaskan tingkat kontaminasi air dalam minyak pelumas serta kualitas minyak pelumas baru yang digunakan saat ini.

Mungkin untuk lebih akuratnya bisa diuji di laboratorium dengan ahli dan penjelasan yang baik oleh staf laboratorium. Sehingga lebih paham betapa pentingnya demulsibility yang berdampak dalam sistem pelumasan.

Tags:

jianidflgmail-com