April 27 2019 0Comment

Perbedaan Grease Industri dan Otomotif

“Pabrik kami mencari grease (gemuk lumas) jenis baru. Dapatkah Anda menjelaskan perbedaan antara grease industri dan otomotif dalam hal komposisi, fitur, persyaratan kinerja atau dalam aspek lainnya?" Pertanyaan seperti itu kerap muncul untuk mencari produk grease yang cocok untuk melumasi mesin pabrik.

Secara singkat, sebenarnya tidak ada perbedaan antara grease otomotif dan industri. Pemilihan grease akan bergantung pada aplikasi dan kinerja yang diinginkan. Dalam hal grease dan aplikasinya, ada elemen penting yang digunakan dalam proses perumusan yang harus diperhatikan.

Elemen-elemen ini termasuk jenis pengental dan konsentrasi, jenis pelumas, viskositas dan paket aditif. Grease ditentukan oleh National Lubricating Grease Institute (NLGI) dan berkisar dari 000 sampai 6. Tingkat NLGI 2 biasanya merupakan spesifikasi yang digunakan dalam grease otomotif.

Salah satu perbedaan antara grease industri dan otomotif adalah bahwa penunjukan dua huruf sering digunakan dalam otomotif untuk menentukan jenis grease yang akan digunakan. Sebagai contoh, grease dapat dinilai sebagai GC atau LB. GC direkomendasikan untuk grease poros dan bantalan roda. Sementara LB adalah standar industri untuk grease chassis yang digunakan pada ujung tie-rod, ball-joint, U-joint dan control-arm shaft.

Terlepas dari aplikasi, grease harus mengurangi gesekan dan keausan, melindungi terhadap korosi, menyekat (seal) bantalan dari air dan kontaminan, dan menahan kebocoran. Sementara salah satu alasan utama kegagalan grease adalah memilih jenis grease yang salah untuk aplikasi yang dimaksud.

Bisa juga karena ada penyebab lain, seperti ketidakcocokan yang menyebabkan pelunakan grease yang berlebihan, kontaminasi yang menyebabkan keausan berlebih atau menerapkan grease terlalu sedikit atau banyak.

Misalnya pada mesin off-road. Lingkungan umumnya keras dengan berbagai faktor yang harus dipertimbangkan termasuk air, kotoran, penyekatan (seal) yang buruk dan beban berat. Dalam situasi seperti ini, pilihan grease adalah kunci. Anda memerlukan grease dengan perlindungan karat yang baik, kekuatan film dan tahan air.

Bantalan (bearing) biasanya lebih sedikit terkontaminasi tetapi sering mengalami variasi kecepatan dan suhu. Dalam hal ini, perlu memilih grease dengan stabilitas oksidasi yang sangat baik, stabilitas mekanis yang luar biasa dan kinerja yang baik pada rentang temperatur yang tinggi.

Singkatnya, konstituen dari grease industri dan otomotif bisa saja sangat mirip dan perlu diperlakukan seperti itu. Intinya, apapun aplikasi di mana grease digunakan, penting untuk mengetahui cara memilih grease dengan benar sambil mengingat semua parameter penting.

Tags:

jianidflgmail-com