April 11 2019 0Comment

Ragam Zat Aditif Pada Oli

Zat aditif adalah bahan kimia yang ditambahkan ke dalam oli untuk meningkatkan kemampuan kerja dan memperpanjang umur oli. Zat aditif ini menjadi bagian vital bagi oli terutama dalam penggunaannya pada motor bakar. Tanpa adanya zat aditif ini, oli sangat mudah terkontaminasi, molekul rusak, bocor hingga tidak mampu menjaga mesin untuk bekerja pada temperatur tinggi.

Ada banyak jenis zat aditif dengan fungsi yang berbeda-beda. Berikut adalah pengelompokkan zat aditif berdasarkan paket dan fungsi pencampurannya ke dalam oli.

Paket Aditif

Berdasarkan fungsi dan kinerjanya, paket aditif terbagi dalam tiga jenis kategori yakni main additives yang berisi anti-foam, anti-oxidant, anti-wear, corrosion & rush inhibitor, detergent, dispersant, friction modifier, pour point depressants, TBN, dan lainnya.  Lalu viscosity index improver dan oil flow improver.

  • Anti-foam berfungsi untuk meminimalisasi terjadinya gelembung udara yang timbul akibat kerja piston. Sehingga oksidasi dan kontak antar logam secara langsung juga dapat diminimalisasi.
  • Anti-oxidant berfungsi untuk mencegah reaksi berantai proses oksidasi yang dapat berakibat menebalnya lapisan oli secara berlebih dan berpotensi terjadinya sludge.
  • Anti-wear berfungsi untuk mencegah panas berlebih yang timbul akibat gesekan antar permukaan logam karena akselerasi dan deselerasi serta beban berat terhadap kinerja mesin.
  • Corrosion & Rush Inhibitor memiliki fungsi untuk mencegah kerusakan permukaan logam dan karat yang mungkin timbul akibat reaksi acid (asam) ataupun oksidasi udara.
  • Detergent berfungsi mencegah terjadinya kontaminasi pelumas dari sisa pembakaran dan mempertahankan permukaan logam tetap bersih.
  • Dispersant berfungsi menetralkan sisa pembakaran yang bersifat kontaminasi sehingga dapat meminimalisasi meningkatnya kekentalan oli dan pembentukan sludge serta oksidasi.
  • Friction modifier memiliki fungsi meningkatkan kinerja pelumasan pada permukaan logam yang bergerak sehingga gesekan yang bersifat abrasif dan noise dapat diminimalisasi.
  • Pour point depressants berfungsi membantu stabilisasi kekentalan oli pada temperatur sangat rendah. Sehingga oli tidak mengental/membeku serta timbulnya wax yang dapat menghambat aliran oli dapat diminimalkan.
  • TBN berfungsi untuk menetralkan sifat asam yang mungkin timbul akibat kinerja pelumasan pada temperatur tinggi ataupun persenyawaan zat pembakar.

Sementara viscosity index improver berfungsi untuk memperlambat penurunan viskositas akibat naiknya temperatur sebagai dampak kinerja mesin yang optimal. Sehingga viskositas pelumas jadi lebih stabil. Sedangkan oil flow improver berfungsi untuk membantu laju alir pelumas menjadi lebih cepat. Sehingga kontak antar logam secara langsung dapat diminimalkan, terutama pada saat start awal mesin.

Baca Juga : Memahami Aditif Oli

Dari uraian tersebut di atas memperlihatkan bahwa base oil dan aditif merupakan suatu paket yang tidak dapat dipisahkan untuk mencapai hasil pelumasan yang optimal.

Tags:

jianidflgmail-com